{"id":644,"date":"2021-07-09T01:43:04","date_gmt":"2021-07-09T01:43:04","guid":{"rendered":"http:\/\/prisb.usk.ac.id\/vfv\/?p=644"},"modified":"2021-07-09T01:54:22","modified_gmt":"2021-07-09T01:54:22","slug":"razia-pakaian-syari-di-aceh-pada-pengguna-motor-dan-mobil-sebuah-catatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/prisb.usk.ac.id\/vfv\/2021\/07\/09\/razia-pakaian-syari-di-aceh-pada-pengguna-motor-dan-mobil-sebuah-catatan\/","title":{"rendered":"Razia Pakaian \u201cSyar\u2019i\u201d di Aceh pada Pengguna Motor dan Mobil: Sebuah Catatan"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"644\" class=\"elementor elementor-644\" data-elementor-settings=\"[]\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-section-wrap\">\n\t\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-7816142e elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"7816142e\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-50 elementor-top-column elementor-element elementor-element-7e7b7ce0\" data-id=\"7e7b7ce0\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-3d87713c elementor-widget elementor-widget-premium-addon-title\" data-id=\"3d87713c\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"premium-addon-title.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\n\t<div class=\"premium-title-container style4\">\n\t\t<h2 class=\"premium-title-header premium-title-style4\">\n\t\t\t\n\t\t\t\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"premium-title-text\" >\n\t\t\t\tAuthor\t\t\t<\/span>\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/h2>\n\t<\/div>\n\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-6c1b3ee5 elementor-vertical-align-middle elementor-position-top elementor-widget elementor-widget-image-box\" data-id=\"6c1b3ee5\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"image-box.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-image-box-wrapper\"><figure class=\"elementor-image-box-img\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"244\" height=\"258\" src=\"https:\/\/prisb.usk.ac.id\/vfv\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/PRISB-STAFF-PHOTOS-20.jpg\" class=\"attachment-medium_large size-medium_large\" alt=\"\" \/><\/figure><div class=\"elementor-image-box-content\"><h3 class=\"elementor-image-box-title\">Faradilla Fadlia<\/h3><p class=\"elementor-image-box-description\"><span style=\"letter-spacing: 0.1px;\"><br>faradilla_fadlia@usk.ac.id\n<br>Researcher at the Pusat Riset Ilmu Sosial Budaya (Research Center for Social and Cultural Studies), Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia<\/p><\/div><\/div>\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-4ddbee0 elementor-vertical-align-middle elementor-position-top elementor-widget elementor-widget-image-box\" data-id=\"4ddbee0\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"image-box.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-image-box-wrapper\"><figure class=\"elementor-image-box-img\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"246\" height=\"246\" src=\"https:\/\/prisb.usk.ac.id\/vfv\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/PRISB-STAFF-PHOTOS-22.jpg\" class=\"attachment-medium_large size-medium_large\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/prisb.usk.ac.id\/vfv\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/PRISB-STAFF-PHOTOS-22.jpg 246w, https:\/\/prisb.usk.ac.id\/vfv\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/PRISB-STAFF-PHOTOS-22-150x150.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 246px) 100vw, 246px\" \/><\/figure><div class=\"elementor-image-box-content\"><h3 class=\"elementor-image-box-title\">Dara Rahmayani<\/h3><p class=\"elementor-image-box-description\"><span style=\"letter-spacing: 0.1px;\"><br>dararahmayani17@gmail.com<br>Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia<\/p><\/div><\/div>\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-1181206 elementor-vertical-align-middle elementor-position-top elementor-widget elementor-widget-image-box\" data-id=\"1181206\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"image-box.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-image-box-wrapper\"><figure class=\"elementor-image-box-img\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"237\" height=\"236\" src=\"https:\/\/prisb.usk.ac.id\/vfv\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/PRISB-STAFF-PHOTOS-21.jpg\" class=\"attachment-medium_large size-medium_large\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/prisb.usk.ac.id\/vfv\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/PRISB-STAFF-PHOTOS-21.jpg 237w, https:\/\/prisb.usk.ac.id\/vfv\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/PRISB-STAFF-PHOTOS-21-150x150.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 237px) 100vw, 237px\" \/><\/figure><div class=\"elementor-image-box-content\"><h3 class=\"elementor-image-box-title\">Ismar Ramadani<\/h3><p class=\"elementor-image-box-description\"><span style=\"letter-spacing: 0.1px;\"><br>ismar.ramadani1984@gmail.com<br>Universitas Al Muslim Aceh, Indonesia<\/p><\/div><\/div>\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-50 elementor-top-column elementor-element elementor-element-1bff23c5\" data-id=\"1bff23c5\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-71636e78 elementor-widget elementor-widget-wp-widget-text\" data-id=\"71636e78\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"wp-widget-text.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"textwidget\"><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm;font-size: 12pt;font-family: &#039;Times New Roman&#039;, serif;text-align: justify;text-indent: 36pt;line-height: 24px;border: none\"><span lang=\"IN\">Razia pakaian yang sesuai dengan syariat Islam mungkin hanya ada di Aceh. Pengalaman ini tidak dirasakan oleh perempuan atau laki-laki di provinsi lain di Indonesia. Ini turut saya rasakan ketika melewati Simpang Mesra, Darussalam, Banda Aceh. Saya melihat&nbsp;ada razia pakaian. Pada saat kejadian tersebut saya sedang mengendarai mobil dengan kaca yang cukup transparan. Saya dapat melewati razia tanpa dihentikan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP\/WH) sedangkan para wanita yang mengendarai roda dua langsung dihentikan. Pengalaman tersebut membuat saya bertanya apakah razia pakaian syariah hanya menyasar para pengendara motor dan tidak bagi para pengendara mobil seperti yang saya alami? Apakah peraturan pakaian syariah itu hanya berlaku bagi masyarakat kelas menengah ke bawah dan tidak kelas menengah ke atas? Pengalaman ini mengantarkan saya dan tim pada sebuah penelitian tentang razia pakaian di Aceh pada tahun 2017.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm;font-size: 12pt;font-family: &#039;Times New Roman&#039;, serif;text-align: justify;text-indent: 36pt;line-height: 24px;border: none\"><span lang=\"IN\">Aturan mengenai pakaian syariah sendiri telah diatur dalam Qanun No. 11 Tahun 2002 terkait pelaksanaan syariat Islam bidang Aqidah, Ibadah dan Syiar Islam, pada pasal 13 ayat 1 dan 2 yang menyatakan bahwa setiap orang Islam wajib berbusana muslim dan setiap pimpinan instansi wajib menggunakan pakaian muslim di lingkungannya. Pakaian muslim yang dimaksud adalah pakaian muslim yang menutupi aurat, tidak tembus pandang, dan tidak memperlihatkan bentuk tubuh. Satpol PP\/WH menjadi pihak yang memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan dan mengawasi implementasi Qanun tersebut.<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm;font-size: 12pt;font-family: &#039;Times New Roman&#039;, serif;text-align: justify;text-indent: 36pt;line-height: 24px;border: none\"><span lang=\"IN\">Merujuk pada&nbsp; pasal 23 Qanun tersebut,&nbsp; Satpol PP\/WH juga dapat memberikan sanksi bagi warga yang melanggar peraturan tersebut berupa hukuman <em>ta&rsquo;zir<\/em> yaitu peringatan dan pembinaan. Namun di dalam aturan tidak dijelaskan mengenai hukuman bagi pelanggarnya. Oleh karena itu saat terjadi razia, pihak Satpol PP\/WH selaku pelaksana hanya melakukan tindakan penertiban aturan pakaian syariah dengan beberapa cara berikut: menghentikan kendaraan pengguna jalan, memberi pembinaan, mencatat identitas, atau memanggil orang tua para pelanggar yang masih muda apabila pelanggar sudah melakukan kesalahan sebanyak tiga kali<a title=\"\" href=\"#_ftn1\" name=\"_ftnref1\"><sup><sup><span lang=\"IN\" style=\"font-size: 12pt;color: black\">[1]<\/span><\/sup><\/sup><\/a>.<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm;font-size: 12pt;font-family: &#039;Times New Roman&#039;, serif;text-align: justify;text-indent: 36pt;line-height: 24px;border: none\"><span lang=\"IN\">Dari hasil wawancara dengan pihak Satpol PP\/WH, peneliti mendapatkan temuan yang unik, yakni razia hanya berlaku bagi pengendara motor dan tidak berlaku pada pengendara mobil. Alasannya adalah karena wanita yang berkendara dengan motor dapat terlihat langsung oleh Satpol PP\/WH sedangkan pakaian pengendara mobil tidak terlihat karena terhalang kaca mobil (sebagian besar kaca mobil gelap). Pihak Satpol PP\/WH,<a title=\"\" href=\"#_ftn2\" name=\"_ftnref2\"><sup><sup><span lang=\"IN\" style=\"font-size: 12pt;color: black\">[2]<\/span><\/sup><\/sup><\/a> menuturkan bahwa saat dilakukan razia, plang razia di tempatkan di pinggir jalan dan ini menjadi informasi bagi pengguna jalan bahwa sedang dilakukan razia pakaian syariah. Pada proses ini biasa Satpol PP\/WH yang sedang melakukan razia dapat melihat langsung apakah pakaian pengguna motor sudah memenuhi kategori <\/span><span lang=\"IN\">&ldquo;<em>syar&rsquo;i&rdquo;<\/em> atau tidak tetapi berbeda dengan pengendara mobil di mana Satpol PP\/WH tidak bisa melihat langsung pakaian pengendara atau penumpang di dalamnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm;font-size: 12pt;font-family: &#039;Times New Roman&#039;, serif;text-align: justify;text-indent: 36pt;line-height: 24px;border: none\"><span lang=\"IN\">Akibat konsep &lsquo;terlihat&rsquo; dan &lsquo;tidak terlihat&rsquo; tersebut, memunculkan ketimpangan dalam menyikapi sebuah pelanggaran. Pelanggar yang juga pengendara motor lebih rentan mendapatkan sanksi jika dibandingkan dengan pelanggar yang mengendarai mobil. Seakan pengendara mobil memiliki hak istimewa atas hukum. Akibatnya, sanksi hukuman hanya dirasakan oleh pengguna kendaraan motor. Padahal Standar Operasional Prosedur (SOP) razia pakaian <em>syar&rsquo;i<\/em> tidak mengatur secara mendetail mengenai siapa saja orang yang akan dirazia: apakah hanya pengendara roda dua, pengendara roda empat atau semua pengendara<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm;font-size: 12pt;font-family: &#039;Times New Roman&#039;, serif;text-align: justify;text-indent: 36pt;line-height: 24px;border: none\"><span lang=\"IN\">Pihak Dinas Syariah Islam (DSI) sendiri menegaskan bahwa, di dalam Qanun tidak ada aturan mengenai razia hanya berlaku bagi pengendara roda dua. Sehingga, pemberlakuan razia hanya bagi pengendara&nbsp;roda dua adalah keputusan Satpol PP WH sebagai pelaksana di lapangan.<a title=\"\" href=\"#_ftn3\" name=\"_ftnref3\"><sup><sup><span lang=\"IN\" style=\"font-size: 12pt;color: black\">[3]<\/span><\/sup><\/sup><\/a> Hal tersebut memperlihatkan bahwa penjelasan yang tidak mendetail mengenai mekanisme pelaksanaan pengawasan pakaian syariah telah menyebab adanya multitafsir oleh aparat penegak hukum. Akibatnya, pengawasan dan sanksi pakaian syariah hanya berlaku bagi pengendara roda dua dan tidak bagi pengendara mobil.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm;font-size: 12pt;font-family: &#039;Times New Roman&#039;, serif;text-align: justify;text-indent: 36pt;line-height: 24px;border: none\"><span lang=\"IN\">Tim peneliti kami juga bertanya, mengapa Satpol PP\/WH memilih jalan raya untuk melakukan razia pakaian? Mengapa razia tidak dilakukan di ruang publik seperti kantor dan kedai kopi?<\/span><span lang=\"IN\"> Seorang pegawai Sat pol PP\/WH <a title=\"\" href=\"#_ftn4\" name=\"_ftnref4\"><sup><span style=\"color: black\"><sup><span lang=\"IN\" style=\"font-size: 12pt\">[4]<\/span><\/sup><\/span><\/sup><\/a> mengatakan bahwa jalan raya dipilih sebagai tempat razia pakaian selain sebagai pengawasan bagi aturan pakaian syariah agar syiar agama itu dapat dilihat oleh khalayak yang lebih luas. Karena alasan visibilitas tersebut maka razia dilakukan di jalan raya karena lebih terlihat oleh orang banyak jika dibandingkan dengan razia dilakukan di kantor atau warung kopi.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm;font-size: 12pt;font-family: &#039;Times New Roman&#039;, serif;text-align: justify;text-indent: 36pt;line-height: 24px;border: none\"><span lang=\"IN\">Meski tujuan syiar di atas cukup baik, namun penggunaan jalan raya sebagai tempat razia juga memiliki efek negatif.&nbsp; Razia di jalan raya dapat menyebabkan terganggunya aktivitas pengguna jalan. Aktivis Solidaritas Perempuan, Ruwaida<a title=\"\" href=\"#_ftn5\" name=\"_ftnref5\"><sup><sup><span lang=\"IN\" style=\"font-size: 12pt;color: black\">[5]<\/span><\/sup><\/sup><\/a> mengatakan bahwa selaku pengguna jalan dia sangat terganggu dengan razia pakaian yang dilakukan oleh Satpol PP\/WH. Ruwaida mengatakan bahwa saat dia ingin pergi ke kampus di tengah jalan dia diharuskan berhenti dan mengikuti prosedur razia. Menurut Ruwaida dia sudah memakai pakaian memenuhi standar menutup aurat tetapi karena standar WH mengenai pakaian <em>syar&rsquo;i <\/em>adalah menggunakan rok yang mengakibatkan dia terjaring razia. Ruwaida mengeluhkan prosedur yang berbelit dan menyita waktu, selain harus menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi lagi, harus ada yang menjamin dan mendapatkan khotbah mengenai pakaian yang dianggap sesuai dengan syariat. Ruwaida juga menyarankan bahwa&nbsp; seharusnya razia yang dilakukan di jalan raya terkait dengan keamanan berkendara bukan mengawasi pakaian <em>syar&rsquo;i<\/em>.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm;font-size: 12pt;font-family: &#039;Times New Roman&#039;, serif;text-align: justify;text-indent: 36pt;line-height: 24px;border: none\"><span lang=\"IN\">Studi ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan dan penyikapan pada razia pakaian <em>syar&rsquo;i<\/em>. Pengawas memandang bahwa pengendara sepeda motor didefinisikan berada di ruang publik sementara pengendara mobil dianggap berada di ruang privat. Alasannya,&nbsp; pengendara sepeda motor &lsquo;terlihat&rsquo; oleh orang lain sedangkan pengendara mobil &lsquo;tidak terlihat&rsquo;.<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm;font-size: 12pt;font-family: &#039;Times New Roman&#039;, serif;text-align: justify;text-indent: 36pt;line-height: 24px;border: none\"><span lang=\"IN\">Selain itu, dari razia pakaian<em> syar&rsquo;i<\/em> tersebut ada kesan bahwa tubuh atau aurat perempuan dianggap sebagai ancaman bagi ketertiban sosial di masyarakat. Padahal sesungguhnya pengambil kebijakan melakukan razia pakaian <em>syar&rsquo;i<\/em> di jalan raya sebagai upaya mengamankan tubuh perempuan untuk menjaga ketertiban sosial dan melindungi perempuan dari tindakan kekerasan di ruang publik. Semoga hal ini menjadi renungan kita bersama, agar upaya untuk menjaga ketertiban sosial tidak berubah menjadi tindakan yang mencederai keadilan sosial bagi segala lapisan masyarakat.<\/span><\/p>\n<div style=\"font-size: medium\"><\/p>\n<hr align=\"left\" size=\"1\" width=\"33%\" \/>\n<div id=\"ftn1\">\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm;font-size: 12pt;font-family: &#039;Times New Roman&#039;, serif;border: none\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref1\" name=\"_ftn1\"><sup><span lang=\"IN\"><sup><span lang=\"IN\" style=\"font-size: 12pt\">[1]<\/span><\/sup><\/span><\/sup><\/a> <span lang=\"IN\" style=\"font-size: 11pt\">Wawancara&nbsp;kepala seksi pembinaan PPNS, 17 Juli 2019.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"ftn2\">\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm;font-size: 12pt;font-family: &#039;Times New Roman&#039;, serif;border: none\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref2\" name=\"_ftn2\"><sup><span lang=\"IN\"><sup><span lang=\"IN\" style=\"font-size: 12pt\">[2]<\/span><\/sup><\/span><\/sup><\/a><span lang=\"IN\" style=\"font-size: 11pt\"> Wawancara kepala Subbagian umum dan kepegawaian Satpol PP dan WH Banda Aceh 19 Juli 2019<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"ftn3\">\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm;font-size: 12pt;font-family: &#039;Times New Roman&#039;, serif;border: none\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref3\" name=\"_ftn3\"><sup><span lang=\"IN\"><sup><span lang=\"IN\" style=\"font-size: 12pt\">[3]<\/span><\/sup><\/span><\/sup><\/a> <span lang=\"IN\" style=\"font-size: 11pt\">Wawancara kasi bagian hukum dan HAM di Kantor Dinas Syariat Islam Aceh, 29 Juli 2019.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"ftn4\">\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm;font-size: 12pt;font-family: &#039;Times New Roman&#039;, serif;border: none\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref4\" name=\"_ftn4\"><sup><span lang=\"IN\"><sup><span lang=\"IN\" style=\"font-size: 12pt\">[4]<\/span><\/sup><\/span><\/sup><\/a><span lang=\"IN\" style=\"font-size: 11pt;font-family: &#039;Helvetica Neue&#039;\"> W<\/span><span lang=\"IN\" style=\"font-size: 11pt\">awancara&nbsp;kepala seksi pembinaan PPNS, 17 Juli 2019.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"ftn5\">\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm;font-size: 12pt;font-family: &#039;Times New Roman&#039;, serif;border: none\"><a title=\"\" href=\"#_ftnref5\" name=\"_ftn5\"><sup><span lang=\"IN\"><sup><span lang=\"IN\" style=\"font-size: 12pt\">[5]<\/span><\/sup><\/span><\/sup><\/a> <span lang=\"IN\" style=\"font-size: 11pt\">Wawancara aktivis Solidaritas Perempuan Aceh, 06 Agustus 2019.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Studi ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan dan penyikapan pada razia pakaian syar\u2019i. Pengawas memandang bahwa pengendara sepeda motor didefinisikan berada di ruang publik sementara pengendara mobil dianggap berada di ruang privat. Alasannya,  pengendara sepeda motor \u2018terlihat\u2019 oleh orang lain sedangkan pengendara mobil \u2018tidak terlihat\u2019. <\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":646,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[27],"tags":[23,28,19,15],"class_list":["post-644","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-social","tag-aceh","tag-islamic","tag-research","tag-social"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/prisb.usk.ac.id\/vfv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/644","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/prisb.usk.ac.id\/vfv\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/prisb.usk.ac.id\/vfv\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prisb.usk.ac.id\/vfv\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prisb.usk.ac.id\/vfv\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=644"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/prisb.usk.ac.id\/vfv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/644\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":653,"href":"https:\/\/prisb.usk.ac.id\/vfv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/644\/revisions\/653"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prisb.usk.ac.id\/vfv\/wp-json\/wp\/v2\/media\/646"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/prisb.usk.ac.id\/vfv\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=644"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/prisb.usk.ac.id\/vfv\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=644"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/prisb.usk.ac.id\/vfv\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=644"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}